kadang hidup gak bisa kita tebak apa yang kelak akan terjadi. gue coba buat menyimpan semua yang udah pernah terjadi lewat tulisan gue. gue coba buat nyimpen semua memory tentang kehidupan gue yang panjang.
Mulai dari yang sulit sampe yang ekstra sulit. tapi hidup gue gak selamanya sulit, mungkin gue juga pernah punya kebahagiaan. Yah, namanya juga manusia yang selalu merasa kurang puas akan sesuatu..
Gue mau flashback ke belakang.
Dalam keluarga gue adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Kelahiran gue bersamaan dengan meninggalnya kakek gue dan sepupu laki-laki gue yang harusnya sekarang dia seumuran gue, juga disusul dengan meniggalnya ibu dari sepupu gue tersebut. Seperti apa Kakek gue? gue bener-bener gak tau. Kalo sepupu gue dia terlahir cacat dan selalu dapet kekerasan dari ayahnya, ibunya pun juga mendapatkan tindakan yang sama sampai akhirnya ia menyusul anaknya. Gue kurang tau jelas ceritanya gimana, karena gue hanya dapat cerita dari orang tua gue.
Ceritanya akan panjang, gue mau cerita agak maju.
Mungkin saat gue masih berumur 6 tahun. hemmmm....?!.. tapi gue pikir-pikir umur segitu gue cuma bisa maen doang.. Tapi di usia segitu gue udah gak seceria anak-anak yang lain, yang selalu dimanja sama orang tuanya. faktornya cuma karena masalah ekonomi yang buat gue beda dengan yang lain. Yah, waktu itu masih zaman Soeharto yang lagi krisis moneyter. Sebelum ekonomi keluarga gue diambang krisis sebenernya OrTu gue orangnya dermawan, Selalu memberi buat siapa aja yang butuh. Gue nyesel dulu selalu menghamburkan keuangan orang tua gue cuma buat beli banyak mainan yang akhirnya gak berguna dan akan menjadi sampah. sampe akhirnya keuangan keluarga gue menurun. Ibu gue memutuskan untuk berjualan sayur-mayur.Dulunya dia bekerja di Perusahaan Garment (jahit). Bokap gue waktu itu masih bekerja di PT Pipa Indonesia yang ada di Jakarta Timur. Sampe akhirnya bokap gue di PHK karena sakitnya yang berkepanjangan dan gak bisa ditebak sakit apa?. Berjuta-juta uang dikeluarkan untuk berobatnya tapi tapi hasilnya nihil. Memang terbilang aneh sakit yang di derita sama bokap gue, dia lebih suka di ajak ke kuburan tengah malam, setiap mendengar suara dia selalu ketakutan seperti merasa ada yang mengejarnya. Berbagai pengobatan alternatif dan rumah sakit dilakuin. Tapi masih gak kunjung sembuh juga. Nyokap gue sampe menjual semua barang-barang yang ada di rumah. Kulkas, TV gak seberapa di banding kesehatan bokap gue. Nyokap gue begitu sayang sama dia. Sampe akhirnya nyokap memutuskan untuk menjadikan kontrakan pada kamar yang sebelumnya dijadikan warung. Dan, Tuhan memberi kita jalan. Ada sebuah keluarga yang mengontrak, mereka berasal dari kota Cirebon. Saat keluarga itu mengontrak. Ia merasakan ada yang aneh pada rumah kami. Ternyata dia bisa merasakan kekuatan mistik. Dan nyokap gue cerita tentang penyakit yang diderita oleh bokap gue. Dan tetangga baur itu memberi saran agar ikut dengannya ke Cirebon untuk tahu penyakit apa yang diderita bokap gue. Dan akhirnya nyokap gue memutuskan untuk kesana walaupun dengan keuangan yang pas-pasan.. Gue, nyokap dan bokap serta di dampingi keluarga tetangga baru tersebut. Kami tiba di sana saat malam sudah semakin larut. Dengan suasana malam yang begitu sepi, dengan banyak pohon di sekeliling, juga banyak terdapat kuburan di sana. Dan kami beristirahat di rumah kediaman kampung halaman keluarga tetangga tersebut.
Pagi harinya, kita langsung diantar ke suatu tempat, yaitu tempat kediaman seseorang yang akan mencari tahu penyakit apa yang di derita bokap gue. Ternyata tempat itu adalah musholla, dan orang yang kita temui adalah seorang ustad. Dan sebelum masuk kami di perintahkajn untuk berwudhu untuk mensucikan diri. Dan kemudian kami duduk melingkar di sisi dalam musholla. Ada seorang relawan murid dari ustad tersebut yang suadah mensucikan diri dan siap untuk menjadi mediator.
Beberapa menit kemudian, setelah ustad itu membacakan do'a, tiba-tiba mediator tersebut mulai di masuki oleh sosok makhluk halu. Matanya berubah menjadi merah, melotot dengan lebar, juga dengan gerungan dari suaranya. Gue sempat terkejut dan ketakutan. Dan dia menjelaskan tentang apa yang dialami oleh bokap gue. Ternyata dia adalah penghuni sumur tua di belakang rumah gue yang merasa terusik karena tempatnya telah di tutup dengan sampah dan tanah oleh bokap gue. Dan makhluk itu terus mengganggu kejiwaan bokap gue juga mengawasi keadaan keluarga gue. Makhluk itu berada di sekeliling rumah gue sebagai pengganti tempat tinggalnya. Dan mulai menyukai keadaan didalam rumah. Apalagi saat melihat kakak gue dan teman-temannya sedang saik tertawa bercanda ria di sana. Dan makhluk itu pun sempat mengincar gue. Di dalam sumur tua tersebut ada 7 makhluk yang merasa terganggu. Setelah yang lain berhasil di pindahkan, hanya ada 1 makhluk yang tidak ingin di pindahkan. Dan dia meminta syarat, dengan meminta makanan bekas manusia Dan ustad itu un hanya membacakan do'a untuk memenuhi persyaratannya. Tidak seperti dukun yang harus serba dengan sajian yang nyata juga matrealistis. Dan Ustad itu meminta agar makhluk tersebut tidak mengganggu keluarga kami, juga kejiwaan bokap gue..
Alhamdulillah,!!! Dengan kekuasaan Allah Swt. yang telah memberi kami jalan di saat kami sedang berusaha untuk sesuatu. Karena kami percaya bahwa Allah tidak akan menguji manusia melebihi dari batas kemampuan orang tersebut...
Perlahan Penyakit yang diderita bokap gue mulai hilang. Dan gue sangat berterimakasih kepada Allah Swt, juga kepada tetangga kontrakan nyokap gue tersebut, juga kepada ustad yang telah menemukan jalan..!!!